Selasa, 19 Desember 2017

IKUTI  DAN  SEMARAKKANLAH



materi dapat diunduh pada alamat di bawah ini:










Kamis, 18 Mei 2017

SEMINAR ILMIAH: TANTANGAN PUSTAKAWAN DI ERA DIGITAL

MENGEMAS INFORMASI DI ERA VISUAL: PELUANG DAN TANTANGANNYA
Litbang Kompas Jakarta bekerjasama dengan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan Seminar ilmiah pagi ini, Kamis 18 Mei 2017 di Aula Tribun Timur Jl. Cendrawasih Makassar. Kegiatan ekstra point ini juga didukung oleh beberapa sponsor juga diikuti oleh beberapa pustakawan dari kabupaten kota se-sulawesi selatan. (Soppeng, Pangkep, Pinrang, Luwu, Makassar dll). Turut ambil bagian pustakawan Perguruan Tinggi seperti Universitas Hasanuddin, Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar dan lainnya.
 












Sebagai pembicara tunggal, mas Andreas Eko Prasetyo dari devisi perpustakaan dan dokumentasi Litbang Kompas menguraikan tantangan pustakawan dalam mengemas informasi di era visual saat ini. Ia mengemukakan sejumlah alasan bahwa sebagai orang yang bergulat dalam dunia pengemasan informasi pustakawan diharapkan lebih kreatif dalam mendokumentasikan dan menampilkan pesan teks yang tertulis menjadi informasi visual.
Seminar Ilmiah yang mengusung tema "Tantangan Pustakawan di Era Digital" juga didukung oleh Penerbit Gramedia, KompasTV, Tribun Timur, dan Radio SMARTfm.







Rabu, 25 Januari 2017

PEKAN PERPUSTAKAAN DAN PAMERAN PUSPA IPTEKS 2016


Ikatan Pusatakawan Indonesia (IPI) Pengurus Daerah Provinsi Sulawesi Selatan ikut ambil bagian pada kegiatan tahunan yang diselenggarakan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. BOOK FAIR 2016 atau Pekan Perpustakaan dan Puspa IPTEKS Daerah. Pameran yang berlangsung di halaman Perpustakaan Mulitimedia Jl. Sultan Alauddin Km.7 ini dihadiri puluhan STAND dari berbagai instansi/kantor perpustakaan kabupaten se-Sulawesi Selatan, termasuk perpustakaan perguruan tinggi. kegiatan ini adalah ajang memeriahkan hari jadi Sulsel yang ke-347.
Selama sepekan beberapa program dan mata acara di dalamnya antara lain adalah Lomba Cerdas Cermat tentang Perpustakaan yang diikuti oleh wakil-wakil sekolah menengah dari berbagai kabupaten/kota. 



Beritanya lanjut.....







Jumat, 23 Desember 2016

SEMINAR ILMIAH PERPUSTAKAAN DAN MUSDA IPI PROVINSI SULAWESI SELATAN 2016

Makassar, 05 Oktober 2016

Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Sulawesi Selatan menggelar Seminar Ilmiah Perpustakaan dengan tema ‘Penguatan Kelembagaan IPI Sulsel untuk Pemberdayaan Pustakawan yang Inovatif dan Kreatif’. Seminar yang juga dirangkaikan dengan musyawarah daerah Ikatan Pustakawan Infonesia (IPI) Sulsel ini digelar di Aula BPAD Sulsel, Jalan Sultan Alauddin, Rabu, 5 Oktober.
Sebanyak tiga pembicara dihadirkan dalam seminar ini. Mereka adalah Ambo Intang selaku perwakilan dari Ikatan Apoteker Sulsel, H Damlan sebagai Pustakawan Utama, dan Pustakawan UIN Alauddin Quraisy Mathar.
Damlan dalam materinya menyam paikan bagaimana pentingnya seorang pustakawan yang dianggapnya sebagai ujung tombak perpustakkaan. Menurut dia, kualitas perpustakaan berbanding lurus dengan kualitas para pustakawan.
“Ujung tombak perpustakaan adalah prlayanan dari para pustakawannya. Jika pelayanan tidak baik, maka perpustakaan juga tak akan baik, itu tugas kita sebagai pustakawan,” kata Damlan yang merupakan salah satu Pustakawan pertama di Indonesia Timur. Ia melanjutkan, seorang pustakawan harus menyadari tugasnya untuk memberi pelayanan informasi kepada masyarakat, bukan sekadar menjaga buku.
“Kita harus menyadari apa tugas dan yang harus dilakukan seorang pustakawan. Makna perpustakaan harus dipahami, kita adalah pelayan masyarakat. Pustakawan bukan penjaga buku tapi pelayan informasi,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, menjadi seorang pustakawan juga tak semudah dulu lagi.
“Tidak mudah jadi pustakawan, biar lima tahun jadi kepala perpustakaan tapi tak memilikki latar belakang keperpustakaan itu tidak bisa. Dulu menjadi pustakawan tak seperti sekrang yang mminimal SI atau D3 bidang perpustakaan,” ungkapnya.
“Pustakawan harus memiliki kompetensi dasar, seperti kemampuan komputer. Jika tak bisa komputer, maka tak bisa lanjut ke kompetensi selanjutnya untuk menjadi seorang pustakawan,” tutup dia. (Yasir)

RAPAT PANITIA MUSDA IPI SULSEL DI PERPUSTAKAAN UMI MAKASSAR


Kamis, 22 Desember 2016

SEMINAR ILMIAH DAN PELUNCURAN BUKU BANGKIT DENGAN MEMBACA

 
Kurang lebih emparatus lima puluh pustakawan, guru, dosen, masyarakat pemerhati perpusdokinfo ikut ambil bagian dalam Seminar Motivasi dan Bedah Buku “BANGKIT DENGAN MEMBACA” yang diselenggarakan oleh Penerbit Erlangga bekerja sama Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Pengurus Daerah Provinsi Sulawesi Selatan pada Rabu, 07 September 2016.
Drs. Syarief Bando, MM., Kepala Perpustakaan Nasional RI tampil sebagai pembicara pertama. Ia memaparkan sejumlah argumentasi tentang gerakan Perpusnas dalam meningkatkan minat baca dan kunjung ke perpustakaan. Ia seolah menetang hasil penelitian UNESCO (2015) tentang rendahnya minat baca orang Indonesia yang hanya sekitar 0.001 persen dari total penduduknya. Ia justru mengkritik balik beberapa negara yang mengklaim dirinya sebagai masyarakat informasi, semisal Amerika Serikat. Di Amerika kata ia anak-anak muda dimanjakan dengan gadjet, mereka lebih gandrung menghabiskan waktu dengan prangkat teknologinya daripada meluangkan waktu untuk membaca di perpustakaan.
Tulus Wulan Juni sebagai penulis buku ” Bangkit dengan Membaca” tampil sebagai pembicara kedua. Ia menyarankan kepada masyarakat Indonesia untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan (habit) sebgaimana yang diulas dalam bukunya dihalaman ….
Dan yang terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah penampilan psikolog, Analisa Widyaningrum.  Saat memulai presentasinya di Auditorium UiN Alauddin Makassar, ia tampil begitu memesona, memukau khalayak dengan teknik presentasi yang luar biasa. PT Penerbit Erlangga mendatangkannya ke Makassar, khusus buat mengisi acara Seminar Motivasi dan Bedah Buku Bangkit dengan Membaca Karya Tulus Wulan Juni. Ibu dua anak ini menekankan pada pustakawan agar tetap mencintai pekerajaannya dan melaksanakan pelayanan prima kepada pengunjung perpustakaannya, meskipun pengunjung tersebut kadang menyebalkan hati.
Intinya ia memberi motivasi untuk tetap mencintai pekerjaan sebagai pustakawan dengan tetap berusaha mengupgrade kemampuan sesuai perkembangan zamannya, dan juga sedapat mungkin menambah sedikit keterampilan tentang publik speaking.
 

Selasa, 26 Agustus 2014

Yth..
Rekan-Rekan Pustakawan se Sulawesi Selatan

Sekedar diinformasikan bahwa beberapa kegiatan Perpusdokinfo akan kita laksanakan di akhir tahun. Diantaranya kajian buku, diskusi ilmiah, seminar, pembinaan perpustakaan sekolah, kunjungan lapangan ke beberapa perpustakaan di kabupaten/kota sulawesi selatan dll.